Berobat di Singapura, Novel Minta Tunda Rekonstruksi Perkara
NAGALIGA– Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disebut meminta Polda Metro Jaya menunda rekonstruksi perkara penyiraman air keras yang rencananya digelar Jumat (7/2) pukul 03.00 WIB.
Salah satu pengacara Novel, Alghifari Aqsa menyebut kliennya masih berada di Singapura menjalani pengobatan lanjutan.
“Kondisi matanya semakin memburuk pasca pemeriksaan terakhir oleh kepolisian,” kata Alghifari saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (6/2) malam.
Tim Advokasi Novel juga telah mengirim surat kepada polisi perihal permintaan penundaan rekonstruksi perkara. Alghifari menyebut sampai Kamis malam pihaknya belum mendapat respons.
“Kami harap kepolisian menunda proses tersebut mengingat kami baru menerima surat undangan dan kondisi faktual klien kami yang tidak memungkinkan hadir,” demikian penggalan isi surat Tim Advokasi Novel.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono tak menjawab dengan tegas soal permohonan penundaan gelar perkara Novel.
“Tunggu saja bagaimana penyidik,” kata Argo saat dihubungi.
Rekonstruksi penyiraman air keras terhadap Novel digelar di depan rumah Novel, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Berdasarkan surat Polda Metro Jaya, Nomor: S. pgl//1122/II/2020/Ditreskrimum, polisi turut memanggil Novel sebagai korban untuk terlibat dalam rekonstruksi perkara.
Dalam kasus ini polisi telah menahan dua tersangka pelaku, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis yang tercatat sebagai anggota polisi aktif dari kesatuan Brimob.
Keduanya dijerat pasal 170 KUHP subsider 351 ayat 2 KUHP tentang perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.